Monday, December 17, 2018

Table Manner - Etiket Jamuan Makan

ETIKET JAMUAN MAKAN
PRE - MEAL COCKTAIL

Isilah buku tamu (jika tersedia).

Mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan tuan rumah di pintu masuk (jika perlu, perkenalkan istri / suami anda).

Ambillah minuman yang tersedia.

Cobalah untuk berjumpa dengan orang / tamu lain sebanyak mungkin.

Hindarkan berbicara hanya kepada satu orang saja.

Hindarkan membuat sebuah group / kelompok.

Cobalah untuk menemukan tempat duduk Anda nanti dengan melihat “Seating Board Plan” (jika tersedia).

Berlakulah dengan sopan.

Gunakanlah baju (Dress Code)yang sesuai dengan jenis pesta (sesuai dengan undangan).



Catatan:

Jangan membawa tamu / lain melebihi jumlah yang tercantum dalam kartu undangan.

Perhatikan jenis pesta yang akan Anda hadiri

CARA DUDUK

Posisi kursi diatur sedemikian rupa, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan sisi meja.

Posisi tubuh tetap tegak menghadap ke depan, tidak terlalu membungkuk pada waktu makan .

Posisi tangan tetap menggantung.

Posisi kaki normal, tidak dilipat, tidak pula menumpang satu diatas yang lainnya.

CARA MENGGUNAKAN SERBET MAKAN

Setelah duduk, undangan dapat mengambil serbet makan yang berada dihadapannya, dibuka kemudian diletakkan diatas pangkuan. Serbet makan hanya dipergunakan untuk menyeka bibir setiap kali dipandang perlu, mempergunakan bagian ujung yang ditopang jari tengah dan telunjuk. Setiap kali habis dipergunakan, sebet makan harus selalu kembali keatas pangkuan. Pada saat jamuan selesai, serbet makan tidak usah dilipat rapih, tetapi tidak juga meninggalkannya terlalu kusut.




CARA BERBICARA

Mengenai cara berbicara ini ada beberapa hal yang berguna untuk diketahui:
Hindarkan berbicara pada waktu ada makanan di dalam mulut.

Hindarkan berbicara dengan gerak tangan yang berlebihan apalagi sambil memegang alat makan.

Hindarkan berbicara sambil melihat atau menunjuk ke arah seseorang atau meja lain agar tidak terjadi salah paham.

Hindarkan memotong pembicaraan orang lain, tunggu sampai yang bersangkutan selesai dan minta maaf untuk mengganggu sebentar.

Hindarkan untuk menguasai pembicaraan dengan jalan memberi kesempatan pada yang lain untuk berbicara.

Hindarkan berbicara dengan suara yang terlalu keras atau lemah. Hindarkan bersikap yang berlebihan pada waktu berbicara, sikap wajar adalah yang paling baik.



ALAT MAKAN

CARA MEMPERGUNAKAN ALAT MAKAN

Pada dasarnya alat makan dapat dibedakan antara sendok, garpu dan pisau.

SENDOK

Alat makan ini dipergunakan untuk makanan yang mengandung cairan, terutama sekali sop. Disamping itu, makanan penutup juga sering mempergunakan sendok sebagai alat makannya.

GARPU

Dipergunakan untuk menusuk dan menyuapkan makanan ke mulut. Apabila dipergunakan berpasangan dengan sendok maupun dengan pisau, maka garpu dipegang dengan tangan kiri. Adakalanya satu jenis makanan hanya memerlukan garpu saja sebagi alat makan, dalam hal ini garpu dipegang dengan tangan kanan (Contoh: Shrimp Cocktail/udang).
PISAU

Dipergunakan untuk memotong makanan dan bukan untuk menyuapkan makanan kemulut. Dalam penggunaannya dipegang dengan tangan kanan.


CARA MEMPERGUNAKAN ALAT MAKAN ATURAN UMUM PENYAJIAN



Semua undangan akan mulai/selesai makan secara bersamaan dengan meja utama (Head Table) sebagai patokan.

Makanan yang sudah diporsikan diatas piring akan disajikan dari sebelah kanan kecuali roti dan salad karena menurut tata meja ada disebelah kiri.

Wanita selalu dilayani terlebih dahulu kecuali kalau protokoler menghendaki lain.

Tidak menggunakan peralatan makan dengan tidak sesuai fungsinya.



Catatan: Apabila ada alat makan yang jatuh, mintalah pramusaji untuk menggantikannya dengan yang baru/bersih.

PENGGUNAAN SERBET MAKAN


1. Bukalah serbet makan dan letakan diatas pangkuan anda.

2. Gunakanlah sudut serbet makan untuk membersihkan mulut / bibir anda.

3. Hindarkan penggunaan serbet makan untuk membersihkan alat makan yang kotor.

4. Perintahkan pelayan untuk mengganti dengan yang baru.

4. Gunakanlah satu tangan atau dua tangan untuk menggunakan serbet makan.


5. Setelah selesai makan letakanlah sebet makan tadi diatas meja, dengan dilipat rapi.


TATA TERTIB BERBICARA DALAM MAKAN BERSAMA


1. Hindarkanlah berbicara pada waktu mulut anda masih terisi makanan atau minuman.

2.  Ingatlah !!!!

Anda harus selesai makan pada saat yang bersamaan dengan tamu-tamu yang lain. (Terutama anda harus menyesuaikan diri dengan tamu yang duduk di “Head Table”).

3. Janganlah memegang atau memainkan alat makan ketika berbicara.

4. Jangan membelakangi tamu yang duduk disamping anda.

5. Hindarkanlah memotong pembicaraan tamu lain.



MINUMAN
1. Minumlah jika mulut anda sudah bersih dari makanan.

2. Pastikan bahwa bibir anda sudah bersih dari serpihan makanan dengan cara membersihkan menggunakan serbet makan.


3. Peganglah gelas pada tangkainya (untuk gelas yang bertangkai) atau bagian bawah gelas (untuk gelas biasa).

4. Jangan anda minum dengan meneguk / memasukkan minum sekaligus ke dalam mulut.



Catatan:

Pada umumnya minuman disajikan sebelum makanan (bisa berupa: air es, soft drink, cocktail atau anggur).

Orang Amerika pada umumnya selalu menghendaki air es sebelum dan pada waktu. (Tidak demikian halnya orang Eropa).




BAGAIMANA DAN KAPAN, MEROKOK ?

1. Merokok pada waktu makan adalah hal yang bertentangan dengan etiket kesopanan. (Hal ini akan mempengaruhi selera makan yang lain).

2. Anda boleh merokok setelah piring makanan utama diangkat dari meja. (Waktu yang tepat adalah pada waktu kopi dihidangkan).

3. Anda akan lebih sopan apabila menawarkan rokok kepada tamu lain dan mempersilahkan untuk memulai merokok terlebih dahulu.

4.  Usahakan untuk tidak meminta rokok kepada tamu lain.

5.  Anda bisa meminta bantuan pelayan untuk menyalakan rokok anda.



CARA MAKAN ROTI



Roti disajikan pertama kali sebelum makanan lain. Roti dapat dimakan sebagai pengisi waktu sambil menunggu makanan lain datang atau dapat juga dimakan bersama-sama dengan makanan pembuka,Sop atau makanan utama.


Roti dimakan hanya dengan tangan saja, aturannya sebagai berikut:
Ambil roti dari piring dengan tangan kiri.

Tangan kanan memotong roti secukupnya.

Sisa potongan dikembalikan ke piring semula.

Ambil mentega yang tersedia di piring roti, menggunakan “Butter Spreader” yang dipegang tangan kanan.

Oleskan mentega paga roti yang sekarang berada ditangan kiri.

Pindahkan roti yang sudah diolesi dengan mentega tadi ketangan kanan, dan langsung disuap.


CARA MAKAN SOP



Untuk mendinginkan sop, maka sop diaduk-aduk secara perlahan dengan sendok yang telah disediakan. Jangan mendinginkan dengan ditiup.


Jangan makan sop dengan cara disedot, apalagi sop tinggal sedikit, untuk menyeduknya dianjurkan untuk memiringkan terlebih dahulu mangkuknya.



CARA MINUM


Dalam suatu jamuan makan resmi, minuman baik yang mengandung alkohol maupun tidak, biasanya disajikan dalam gelas berkaki. Pada waktu minum, gelas tersebut dipegang pada bagian bawah badan gelas. Sedang hal lain yang perlu diperhatikan:
Minum dilakukan setelah mulut bebas dari makanan.

Hindarkan bunyi pada waktu meneguk minuman.

Jangan sekali-kali berkumur sebelum meneguk minuman.

Pada waktu sebelum minum, bibir supaya dibersihkan dahulu, sehingga tidak menimbulkan bekas pada bibir gelas.



Menu



Menu untuk suatu jamuan makan sudah harus dipersiapkan sebelumnya. Susunan menu adalah merupakan suatu rangkaian yang disesuaikan dengan fungsi dari makanan tersebut. Pada mulanya

susunan ini terdiri dari 13 macam makanan dan disebut “Menu Klasik”. Namun sekarang ada 4 macam saja, 5 macam apabila ada selada.



CONTOH MENU KLASIK

Cold Appetizer

Oysters
Soup

Consommé Princesses
Hot Appetizer

Marrow on Toast
Fish

Blue River Trout Whipper Butter
Main Course

Beef Tenderloin with Vegetables
Hot Entrée

Breast of Chicken with Truffles

Cold Entrée

Mousselines of Ham with Paprika



Sherbet

Champagne Sherbet

Roast

Roast Pheasant
Salad

Mixed Salad
Vegetables

Gratinated Asparagus

Sweet Dish

Blancmage with Hazelnuts Cookies
Savory Dish

Ementhal Cheese Stick
Dessert

Fruits

CONTOH MENU MODERN

Cold Appetizer

Stupped Egg with Russian Salad

Main Course

Grilled Fillet of Kakap with Hollandaise Sauce Plain Boiled Potatoes

Butter Leaves Spinach

Dessert Apricot Slices





Appetizer

Berfungsi sebagai makanan pembuka untuk menimbulkan selera makan karena itu porsinya kecil.

Soup

Makanan yang mengandung cairan dan berfungsi sebagai makanan penyela.

Main Course

Makanan utama dan berporsi besar.




Salad

Sebagai stabilator apabila makanan utama terlalu berat dan disajikan bersamaan dengan makanan utama.

Dessert

Sebagai makanan penutup, dapat berupa buah-buahan, es krim, pudding dan lain sebagainya.
Coffee/Tea

Sebagai minuman Penutup.


TATA CARA MAKAN (TABLE MANNER)


• TATA CARA MAKAN (TABLE MANNER)




Cover Set Up

Cover Set Up adalah peralatan makan yang berupa:

Pisau

Garpu

Sendok

Napkin




Oleh karenanya cover set-up sangat erat hubungannya dengan makanan yang akan disajikan.



Adapun susunan peletakkan peralatan tersebut diawali dengan:



Makanan Pembuka (Appetizer)

Sop (Soup)

Makanan Utama (Main Course)

Makanan Penutup (Dessert)

dari arah luar menuju ke dalam atau kedekat guest napkin.





Mengingat lebar meja dan penampilan, alat-alat untuk dessert diletakkan dibagian atas guest napkin, itupun tergantung dari makanan penutup apa yang akan disajikan.




Pada sisi kiri diletakkan Bread & Butter Plate dan Knife Spreader diatasnya, alat ini dipergunakan untuk meletakkan roti dan mentega yang akan dikonsumsi pada waktu menunggu penghidangan makanan, sedangkan Knife Spreader untuk mengoles mentega ke roti.


A. APPETIZER






Pada saat kita duduk di depan meja ambillah Napkin terlebih dahulu, buka dengan bentuk segi tiga dan letakkan diatas pangkuan anda, setelah makanan disajikan ambil peralatan yang akan dipergunakan, dimana peralatan disesuaikan dengan jenis makanannya.

Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut:




* Pisau dan Garpu:

Jika peralatan pembukanya berupa pisau dan garpu maka tata cara penggunannyaadalah:




Pegang pisau dengan tangan kanan dan garpu dengan tangan kiri dengan posisi Telungkup (menghadap ke bawah).

Potong makanan sedikit demi sedikit sesuai dengan keinginan anda dengan mempergunakan pisau, tahan makanan yang akan anda potong dengan garpu kemudian potonglah makanan tersebut.

Ambil makanan tersebut dengan mempergunakan garpu lalu makan dengan tidak menimbulkan bunyi.








Lakukan hal ini berulang-ulang hingga makanan itu habis.

Letakkan pisau dan garpu sejajar disisi kanan piring anda dengan posisi pisau dan garpu tersebut terbuka miring pada saat anda selesai makan.

Gunakan guest napkin untuk mengusap bibir anda bila perlu.

Minumlah air atau minuman yang akan disajikan secukupnya.




Contoh makanan yang disajikan dengan menggunakan pisau dan garpu:

Smoked Salmon, Macam-macam Salad, Lumpia, dll


Garpu Cocktail:

Peralatan ini ukurannya lebih kecil dari garpu appetizer.



Tata cara penggunaannya adalah:

Pegang garpu cocktail dengan tangan kanan.

Ambil bagian makanan yang akan dimakan.

Letakkan garpu sejajar diatas piring.

Gunakan guest napkin bila perlu.

Minumlah air atau minuman yang disajikan seperlunya.

Contoh makanan yang mempergunakan peralatan ini:


Shrimp Cocktail, Seafood Cocktail, dll

B. SOUP






Soup biasanya dihidangkan pada urutan nomer dua tetapi tidak selalu tergantung apa yang menjadi makanan pertamanya (Hot Appetizer atau Cold Appetizer).

Soup bisa disajikan dalam keadaan dingin maupun panas dan selalu mempergunakan peralatan soup spoon, dengan ciri sendok permukaannya bundar.


Tata cara makan soup:



Pegang sendok dengan tangan kanan.

Ambil soup dari mangkuknya ataupun soup plate, pengambilan soup dilakukan dari arah badan anda menuju luar (menjauhi) badan anda. Tiriskan bibir sendok dengan cara menempelkan sendok pada bibir mangkuk soup anda.

Lakukan berulang-ulang hingga soup anda habis.

Gunakan napkin bila perlu.

Minumlah air yang disajikan seperlunya.





C. MAKANAN UTAMA (MAIN COURSE)

Makanan utama dengan ciri porsi besar / banyak terdiri dari daging, sayuran dan kentang atau nasi, adakalanya makanan utama berupa pasta / mie ataupun sandwich sehingga tidak berciri seperti tersebut diatas.

Makanan utama selalu disajikan dalam keadaan panas kecuali sandwiches dan menggunakan peralatan yang disesuaikan dengan makanannya.

Pisau dan garpu biasanya dipergunakan untuk makanan Eropa, seperti: BBQ Spring Chicken, dll.












Tata caranya:



Pegang  pisau
dengan tangan kanan dan  garpu ditangan
kiri

dengan posisi telungkup. Seperti pada makanan  pembuka,
pisau

dipergunakan
untuk memotong makanan dan garpu untuk menahan

bagian makanan yang akan dipotong.




Ulangi hingga makanan habis dan letakkan peralatan pada posisi sejajar miring untuk menandakan bahwa piring siap diangkat oleh pramusaji.

Gunakan napkin bila perlu.

Minumlah air minuman yang telah disajikan seperlunya.

Untuk makanan steak atau yang berporsi daging lebar biasanya menggunakan pisau steak dengan ciri khusus ujungnya bergerigi tajam yang bertujuan untuk memudahkan pemotongan bagian daging. Adapun langkahnya sama dengan keterangan sebelumnya.



* Sendok dan Garpu Dinner:



Biasanya untuk jenis makanan utama Asia atau pasta, tata caranya:

Pegang sendok dengan tangan kanan dan garpu dengan tangan kiri.

Ambil bagian makanan yang dikehendaki dengan mempergunakan sendok dan gunakan garpu untuk memporsi bagian makanan disendok agar tidak tercecer.

Makan bagian makanan tersebut dengan mempergunakan sendok.

Ulangi hingga makanan habis dan letakkan sendok garpu sejajar miring dengan posisi sendok-garpu terbuka.

Gunakan napkin bila perlu.

Minum air atau minuman yang telah disajikan secukupnya.

















Anda bisa sedikit santai untuk menunggu makanan penutup karena pramusaji akan membenahi meja, mengambil peralatan yang tidak dipergunakan, seperti roti, B&B plate, garam-merica dan membersihkan meja makan dengan serving napkin (crumbing) sambil meletakkan sendok disebelah kanan dan garpu disebelah kiri anda.



Untuk makanan pasta dimana posisi garpu disebelah kanan dan sendok disebelah kiri anda dengan langkah-langkah sebagai berikut:





Pegang garpu dengan tangan kanan dimana posisi garpu yang tajam menghadap kebawah dan sendok ditangan kiri anda.

Ambil bagian pasta yang dikehendaki dengan garpu lalu putar searah jarum jam, tahan bagian ujung garpu dengan menempatkan sendok didepannya sebagai penahannya. Lakukan hal ini hingga bagian pasta tersebut membentuk porsi di garpu agar pasta tidak tercecer.















Makan bagian tersebut dan lakukan hingga makanan anda habis.

Letakkan sendok-garpu sejajar miring dengan posisi sendok-garpu anda terbuka atau menghadap keatas.

Gunakan napkin seperlunya.

Minum air atau minuman yang telah disajikan seperlunya.



MAKANAN PENUTUP (DESSERT)






Makanan penutup berfungsi untuk mencuci mulut atau mengurangi bau yang ditimbulkan oleh makanan sebelumnya, berasa manis, biasanya disajikan dalam keadaan dingin tetapi tidak menutup kemungkinan disajikan panas dengan porsi yang sedikit.


* Pisau-Garpu Dessert:



Biasa digunakan untuk makan buah-buahan.
Tata caranya:

Pegang pisau dengan tangan kanan dan garpu di tangan kiri dengan posisi terlungkup.

Potong buah sesuai keinginan anda dengan mempergunakan pisau dan tahan bagian lainnya dengan garpu anda.

Ambil bagian buah dengan garpu lalu makan dengan tidak mengeluarkan bunyi.

Letakkan pisau dan garpu sejajar dimana posisi garpu terbuka miring pada waktu anda selesai makan.

Gunakan guest napkin bila perlu.

Minumlah air atau minuman yang telah disajikan seperlunya.


* Teaspoon, Ice Cream Spoon dan

Dessert Spoon:

Tata caranya:
Pegang sendok dengan tangan kanan

Ambil bagian makanan yang dikehendaki dengan arah menjauhi badan dan tiriskan bagian punggung sendok pada bibir gelas atau rim piring supaya makanan tidak tercecer.

Lakukan pengulangan hingga makanan anda habis.

Letakkan sendok diatas under liner gelas atau piring dalam posisi terbuka.

Gunakan napkin bila perlu.

Minumlah air atau minuman yang telah disajikan secukupnya.











Sendok-Garpu Dessert:

Ukuran sendok-garpu dessert sedikit lebih kecil dari ukuran sendok-garpu makanan utama (main course).

Biasanya dipergunakan untuk mengkonsumsi Cake atau

Pie.





Tata caranya:

Pegang sendok dengan tangan kanan dan garpu dengan tangan kiri dengan posisi terlungkup.

Potong cake / pie sesuai dengan keinginan anda dan tahan bagian lainnya dengan mempergunakan garpu.

Ambil bagian tersebut dengan garpu lalu makan dengan tidak menimbulkan suara.

Letakkan sendok dan garpu sejajar dengan posisi garpu terbuka miring.

Gunakan guest napkin bila perlu.

Minumlah air atau minuman yang telah disajikan.



WINE


WINE

Wine adalah minuman alkohol melalui proses fermentasi dari sari buah anggur.





Jenis-jenis Wine:





A.  White Wine

Terbuat dari perasan buah anggur putih tanpa kulitnya sebelum melalui proses fermentasi.





White Wine jenis ini lebih terasa buahnya (fruity).

White Wine biasanya disajikan dalam suhu 4 C, cara penyajian ketamu dengan mempergunakan wine cooler, untuk menjaga agar suhunya tetap terjaga.
Makanan yang cocok untuk White Wine ini adalah:

Sajian makanan yang terbuat dari daging yang berwarna putih, seafood, pasta, dll.



Contoh White Wine

Macon Blanc, Chablis, Muscadet, Blanc de Blanc, Poully Fuisse, dll



B.  Red Wine






Terbuat dari perasan buah anggur merah atau hitam beserta kulitnya sebelum melalui proses fermentasi. Red Wine ini lebih terasa sepat (tanins).






Red Wine biasanya disajikan dengan suhu kamar atau room temperatur berkisar 18- 20C, cara penyajian ke tamu dengan mempergunakan wine basket ataupun hanya dengan mempergunakan alas piring kecil (B&B Plate) di atas meja tamu.




Makanan yang cocok untuk Red Wine ini adalah:

Sajian makanan yang terbuat dari daging yang berwarna merah.




Contoh Red Wine

Cotes du Rhone, St Emillion, Cabernet Sauvignon,

dll


Rose Wine





Terbuat dari campuran perasan buah anggur putih dan merah, kulitnya bisa disertakan atau tidak sebelum melalui proses fermentasi. Rose Wine ini lebih terasa sepat (tanins).

Rose Wine biasanya disajikan dengan suhu 40C.





Contoh Rose Wine

Rose d’Anjou, Mateus Rose, dll






Champagne




Minuman ini adalah hasil dari proses wine dengan mengikut sertakan C02 dalam pembuatannya.




Nama Champagne diambil dari nama suatu daerah di Perancis yang memproduksi wine terbaik kualitasnya, sedangkan daerah lain yang memproduksi minuman serupa ataupun sama hanya boleh mengistilahkan Sparkling Wine untuk minumannya.








Minuman ini biasanya disajikan untuk merayakan suatu pesta keberhasilan (keriyaan) , mengingat proses produksi dan bahan yang dipergunakan bermutu tinggi hal ini mendongkrak harga jual dari minuman tersebut.



Contoh
• Dom Perignon, Taittinger Brut, Mumm Cordon Rouge, dll



Cara Penyajian:

Wine dan Champagne selalu dibuka atas permintaan tamu (host), setelah dibuka, pramusaji akan menuangkan sedikit kedalam gelas penjamu (host) untuk dicicipi apakah rasa dan kualitasnya sesuai dengan yang dipesan? Jika ya, maka wine atau champagne itu dituangkan kepada tamu yang diundang, ladies first.

No comments:

Post a Comment